Malang, 15 Januari 2026 — Asosiasi Perpustakaan Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (APPTNU) menyelenggarakan Seminar, Workshop, dan Musyawarah Nasional (Munas) III APPTNU pada Kamis, 15 Januari 2026, bertempat di Universitas Islam Malang (UNISMA). Kegiatan ini menjadi forum strategis penguatan peran perpustakaan perguruan tinggi NU sekaligus momentum konsolidasi organisasi secara nasional.
Mengusung tema “Transformasi Perpustakaan Perguruan Tinggi : Peran Strategis Pengembangan Perpustakaan Berdampak”, kegiatan ini diikuti sekitar hampir 100 peserta yang terdiri atas kepala perpustakaan, pustakawan, dan tenaga kependidikan dari berbagai Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) di Indonesia. Tema tersebut merefleksikan komitmen APPTNU dalam merespons tantangan transformasi digital serta kebijakan pendidikan tinggi yang menuntut perpustakaan semakin adaptif, inovatif, dan berdampak nyata.
Acara diawali dengan sambutan dari ketua APPTNU Ibu Yeni Fitria Nurahman, S.IIP., M.SIP. (UNUSA) dan secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor IV UNISMA, Dr. Hasan Zayadi, S.Si., M.Si. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas peran APPTNU dalam mendorong penguatan tata kelola dan inovasi perpustakaan di lingkungan PTNU. Ia menegaskan bahwa perpustakaan memiliki posisi strategis sebagai pusat pengetahuan dan penopang utama pelaksanaan tridarma perguruan tinggi.
Rangkaian seminar dan workshop menghadirkan narasumber Dr. Labibah Zain, M.LIS. (UIN Sunan Kalijaga) dan Fawaidul Badri, S.Kom., M.T. (UNISMA), dengan moderator Amalia Herlina, S.IP., M.MT. (UNUJA). Para narasumber membahas isu strategis transformasi layanan perpustakaan, penguatan kompetensi pustakawan, serta inovasi berbasis teknologi dan kebutuhan pemustaka.
Selain itu, peserta juga memperoleh pemaparan best practice pengelolaan perpustakaan perguruan tinggi dari Perpustakaan UNISMA yang disampaikan oleh Erlangga Setya Budi, S.AP. dan Khoirul Anwar, S.IPust., dengan moderator Dra. Lilik Ernawati Firdaus, M.Si. Paparan ini memberikan inspirasi bagi peserta dalam mengembangkan perpustakaan yang berorientasi pada dampak dan kebermanfaatan.
Setelah rangkaian seminar dan workshop, kegiatan dilanjutkan dengan Musyawarah Nasional (Munas) III APPTNU sebagai forum tertinggi organisasi. Munas dipimpin oleh H. Mufid Rowi, S.S., M.Hum. dan Dr. Anisa Listiana, M.Ag., serta diikuti oleh perwakilan anggota APPTNU dari berbagai daerah. Munas menjadi ajang evaluasi program kerja, perumusan arah kebijakan strategis organisasi, dan penguatan sinergi antar perpustakaan PTNU.
Melalui Munas III APPTNU, organisasi secara resmi menetapkan tongkat estafet akan dilanjutkan oleh Ibu Siti Rozinah, S.Sos., M.Hum. sebagai Ketua APPTNU Periode 2026–2028. Proses pemilihan berlangsung secara demokratis, khidmat, dan menjunjung tinggi nilai-nilai ke-NU-an. Pada kesempatan tersebut, APPTNU juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih setinggi-tingginya kepada Ibu Yeni Fitria Nurahman, S.IIP., M.SIP., selaku Ketua APPTNU Periode 2023–2026 atas dedikasi, kepemimpinan, dan kontribusi nyata dalam memperkuat peran perpustakaan perguruan tinggi NU. Berbagai capaian dan fondasi organisasi yang telah dibangun diharapkan menjadi pijakan kuat bagi kepengurusan selanjutnya.
Di bawah kepemimpinan Ibu Siti Rozinah, S.Sos., M.Hum., APPTNU diharapkan terus berinovasi, memperluas jejaring nasional dan internasional, serta meningkatkan kualitas layanan dan kontribusi perpustakaan perguruan tinggi NU. APPTNU berkomitmen untuk menjadikan perpustakaan sebagai pusat pengetahuan yang berdaya saing, berlandaskan nilai keilmuan, kebangsaan, dan keislaman rahmatan lil ‘alamin.
Melalui kegiatan ini, APPTNU menegaskan perannya sebagai wadah strategis pengembangan perpustakaan perguruan tinggi NU yang adaptif, kolaboratif, dan berdampak nyata bagi peningkatan mutu pendidikan tinggi di Indonesia. (Tim Humas APPTNU)

